Ahad, 29 Mac 2015

Ali Imran - Ayat 28


لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ
Tiada ambil orang yang Mukminin akan orang yang kafirin itu buat wali perintah negeri atau bersetia tolong menolong putih merah
مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ
Daripada lain orang yang mukminin
وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ
Dan barang siapa yang perbuat akan yang demikian itu
فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ
Maka tiada ia daripada agama Allah pada suatu
إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ
Melainkan bahawa takut kamu daripada mereka itu akan sebenar-benar takut maka haruslah perintah mereka itu bersetia dengan lidah tiada dengan hati pada negeri yang tiada kuat muslimin padanya
وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ
Dan menakut akan kamu oleh Allah Ta’ala akan dirinya bahawa mereka ia atas kamu
وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Dan kepada Allah ta’ala itu tempat kembali di Akhirat maka balas Ia akan kamu

AYAT2 LAIN BERKAITAN
 
1.  Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali ‘Imraan : 28. 
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”
QS. 4. An-Nisaa’ : 144. 
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”
QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

2.  Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :
QS. 9. At-Taubah : 23.
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia
QS. 3. Aali ‘Imraan : 118.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”
QS. 9. At-Taubah : 16.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

4. Al-Qur’an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam 
QS. 28. Al-Qashash : 86.
“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”

QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

5. Al-Qur’an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim 
QS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”

6. Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim 
QS. 4. An-Nisaa’ : 141.
“…… dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

7. Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin 
QS. 4. An-Nisaa’ : 138-139.
“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin 
QS. 5. Al-Maa-idah : 51.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”

9. Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin
QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”

10. Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin 
QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

11. Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia 
QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15.
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir 
QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Khamis, 26 Mac 2015

Ali Imran - Ayat 27



تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ
Engkau masuk akan malam pada dalam siang
وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ
Dan Engkau masuk akan siang pada dalam malam maka jadi lebih tiap-tiap daripadanya dengan barang yang urang daripada lainnya
وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ
Dan Engkau keluar akan yang hidup daripada yang mati seperti manusia dan burung daripada nutfah dan baidhoh daripada mani dan telur
وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ
Dan Engkau keluar akan yang mati daripada yang hidup seperti nutfah dan baidhoh daripada manusia dan burung
وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Dan Engkau yang memberi rezeki akan mereka yang Engkau kehendaki dengan tiada hisab rezeki yang w’si’ dan luas

Selasa, 24 Mac 2015

Ali Imran - Ayat 26



قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ
Kata olehmu ya Muhammad Ya Allah Tuhan yang Raja segala raja
تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ
Engkau beri akan raja itu akan mereka yang dikehendaki daripada makhluk Engkau
وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ
Dan Engkau tinggal akan raja daripada mereka yang Engkau kehendaki
وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ
Dan Engkau mulia mereka yang Engkau kehendaki berinya raja
وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ
Dan Engkau hina mereka yang Engkau kehendaki dengan tinggalnya raja daripadanya
بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ
Dengan qudrat Engkau itu khair dan syar baik dan jahat
إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Bahawasanya Engkau atas tiap-tiap suatu itu amat kuasa tiada lemah/hajat akan dikau suatu
Kata Ali ra sabda Nabi Sollahu alaihi wasallam tatkala menyuruh Allah Ta’ala bahawa diturun Fatihah dan ayat kursi dan شهد الله dan قل الله هم مالك  hingga بغير حساب  bergantung sekelian itu dengan ‘arasy dan tiada antara mereka itu dengan Allah itu hijab dan kata mereka itu Engkau turun kami kepada kampong zunub dosa dan kepada yang ma’siat akan dikau maka firman Allah ta’ala وعزتي وجلالي  demi kemulianKu dan kebesaranKu tiada dibaca akan kamu oleh seseorang tiap-tiap lepas sembahyang fardhu melainkan Aku duduk akan dia pada  حظيرة القدس  tempat di bawah ‘arasy atas barang yang ada padanya daripada kemulian dan jika tiada nescaya Aku pandang kepadanya dengan pandangan Aku yang مكونة  tersimpan tiap-tiap hari tujuh puloh kali dan jika tiada nescaya Aku sempurna baginya tiap-tiap hari tujuh puloh hajat sekurang maghfirah ampun dosa dan jika nescaya Aku lindungkan dia daripada seteru dan tiada menegah daripada masuk Syurga melainkan mati sahaja.


Isnin, 23 Mac 2015

Ali Imran - Ayat 25



فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ
Maka betapa hal apabila Kami himpun mereka itu bagi hari qiyamat yang tiada syak padanya
وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan sempurna akan tiap-tiap seseorang itu barang yang ia usaha daripada baik dan jahat dan mereka itu tiada dizalimi mereka itu dengan kurang kebajikan atau tambah kejahatan dan turun tatkala janji oleh Nabi sollahu alaihi wasalam akan umatnya akan kerjayaan negeri faris dan rom maka kata munafiqun “haihat2” jauh-jauh